Banyak sekali kisah yang ingin kuputar ulang untukmu. Bukan hanya empat tahun silam, tapi juga tujuh tahun silam, sembilan tahun silam, sepuluh tahun silam. Dan ketika menuliskan ini aku baru sadar bahwa sepuluh tahun itu singkat, dan waktu mengantarkanmu ke sana dan aku ke sini. Apa yang selanjutnya kau baca akan menyita pikiranmu, menuntut konsentrasi dan perhatian lebih darimu, hanya agar kau bisa mencerna apa yang ingin kusampaikan. Tulisan ini tanpa slide, tanpa soundtrack yang mendukung, apalagi film pendek yang bisa memudahkanmu mengingat. Untuk itu, tulisan ini butuh perhatian dari pikiranmu. Juga hati.
Aku datang untuk mengajakmu pulang ke satu per satu tahun yang sudah kusebutkan tadi. Kau siap?


