Thursday, 16 June 2016

Joyeux Anniversaire

Coba tebak, berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk pulang ke empat tahun silam? Dua hari. Oh, tidak. Nyatanya aku sudah pulang jauh-jauh hari, mencerna dunia tanpa spasi yang pernah kita miliki, lalu berniat membuatkanmu sebuah kejutan. Kejutan, bukan sekedar seremonial belaka. Berbulan-bulan sebelum hari jadimu tibasaat seminar, saat penelitian, saat skripsi sedang kukerjakan, hingga saat sidang—aku memikirkan sesuatu yang bisa menciptakan ekspresi kaget, heran dan terharu di wajahmu. Sebuah suasana yang meluluh-lantakkan hati dan perasaanmu, sampai kau takkan melupakan itu seumur hidupmu. Tapi suasana itu cuma hidup dalam pikiranku: aku datang ke kotamu, mengetuk pintu kamarmu dengan wajah paling datar sambil bilang "aku datang." Nyatanya aku masih di sini.


Banyak sekali kisah yang ingin kuputar ulang untukmu. Bukan hanya empat tahun silam, tapi juga tujuh tahun silam, sembilan tahun silam, sepuluh tahun silam. Dan ketika menuliskan ini aku baru sadar bahwa sepuluh tahun itu singkat, dan waktu mengantarkanmu ke sana dan aku ke sini. Apa yang selanjutnya kau baca akan menyita pikiranmu, menuntut konsentrasi dan perhatian lebih darimu, hanya agar kau bisa mencerna apa yang ingin kusampaikan. Tulisan ini tanpa slide, tanpa soundtrack yang mendukung, apalagi film pendek yang bisa memudahkanmu mengingat. Untuk itu, tulisan ini butuh perhatian dari pikiranmu. Juga hati.

Aku datang untuk mengajakmu pulang ke satu per satu tahun yang sudah kusebutkan tadi. Kau siap?


Friday, 4 March 2016

Ala Bisa Karena Terpaksa

"Apa alasan kamu mengundurkan diri?"

Aku yang sejak tadi tertunduk membaca buku terkejut saat Ustadzah mempertanyakan hal itu padaku. Ah, padahal kupikir hal itu takkan dibahas lagi karena sudah jelas penyebab aku belum bisa berpartisipasi untuk saat ini. Seminggu ke depan, beberapa orang dari kami harus menjalani micro-teaching untuk persiapan mengajar santri baru. Itu artinya, seminggu ke depan bakalan jadi seminggu paling seru sepanjang proses belajar-mengajar. Seru, menantang, juga lumayan buat olahraga jantung level sedang.


Tuesday, 15 December 2015

Baper : Jangan Gantungkan Aku dengan Tulisanmu

Dear, Readers; teman-teman sejawat dan rekan-rekan sesama pengembara, atau yang lagi nyantai-nyantai di rumah maupun yang sibuk jadi workaholic di kantoran, yang lagi pengangguran atau yang sibuk mempersiapkan masa depan, di pagi hari yang terlalu dini ini Mbak Chili ingin menyampaikan sesuatu yang bersifat urgent. Maafkanlah kalau posting-an kali ini akan terasa sok serius tapi mungkin bisa jadi angin segar bagi yang jenuh dan terlanjur mumet membaca tulisan yang gitu-gitu mulu; abstrak, absurd, ga jelas dan ga tau kemana arahnya. tapi semoga tulisan ini bisa jadi klarifikasi terhadap apa yang selama ini.. mengganjal dan buat orang bertanya-tanya.

Friday, 20 November 2015

Retrouvailles

Hai, bagaimana kabarmu di sana?
Hm? Di sana? Memangnya kau sedang ada di belahan bumi mana? Bumi yang mana satu? Memangnya ada berapa bumi di tata surya? Atau engkaukah yang diam bersembunyi dalam Andromeda, sengaja menjadi lebih redup agar tak terlihat dunia? Atau engkaukah itu, asap-asap bercahaya milik Magellan, berjalan pelan-pelan lalu menghambur ke dalam pelukan—Bima Sakti? Entahlah. Entah di bumi mana kau berpijak, entah di langit mana kau berkelana, semoga kau selalu dalam keadaan  berbahagia.
Iya. Bukan hanya bahagia, tapi berbahagia, agar hatimu sempurna lapangnya. Hari ini sengaja kucari arti sesungguhnya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, agar kita tak terlalu sempit memaknai berbahagia itu.

Wednesday, 26 August 2015

Setakzim Komet



"Kamu tau, berapa lama waktu yang dibutuhkan komet untuk mengitari matahari?"

"Apa saya harus tau?"

"Harus!!"

"Jawabannya terserah kamu."

"Baiklah, saya juga nggak mau kelamaan nunggu kamu nyari di google. Seribu tahun, waktu yang dibutuhkan komet untuk mengitari matahari."

"Lantas? Apa seribu tahun komet mengelilingi matahari itu bisa mempengaruhi hidup saya? Enggak, kan?