Wednesday, 14 March 2018

Ada Yang Belum Gugur : Rindu


Hai, Mi. Apakabar? Aku tak mengerti kenapa rasanya begitu menggelikan sekaligus canggung mengucapkan pertanyaan itu (saat menulis itu aku sampai tertawa wkwk). Pertanyaan yang memang tak keluar dari bibirku, tapi kurasa cukup mengganggu kalau setiap pagi kudengar hatiku mempertanyakan hal yang sama—Mi, apa kabar? Mi, apa kabar? Dan bersama tulisan ini kurasa sudah hampir seratus kali hatiku aku bertanya. Entah radarku masih berfungsi entah tidak. :D

Mi, aku pulang. Musim gugur yang membawaku pulang ke sini. Udara Bayswater masih sama seperti dulu, nyaman. Sampai aku merasa tak harus pergi jauh lagi meninggalkan tempat ini, tinggal di kepulauan yang berjarak ribuan kilometer di sebelah Barat Laut sana—bersama orang-orang yang menikmati kehidupan di dunia nyata. 

Mi, aku pulang sebab rindu. Genap seminggu ini aku pulang—menikmati udara hangat, semilir angin dan sinar matahari setiap pagi (aku saaaangat sangat sangat menyukai matahari pagi di sini), dengan secangkir susu putih dan beberapa buku yang kurasa begitu menarik untuk dibaca di beranda rumah, sambil sesekali memandang danau kecil di depan rumah yang belum pernah mengering, atau Zoysia matrella yang terlihat begitu lembut untuk dijadikan tempat berguling-guling bagi anak-anak kucing tetangga.