Dear, Readers; teman-teman sejawat dan rekan-rekan sesama pengembara, atau yang lagi nyantai-nyantai di rumah maupun yang sibuk jadi workaholic di kantoran, yang lagi pengangguran atau yang sibuk mempersiapkan masa depan, di pagi hari yang terlalu dini ini Mbak Chili ingin menyampaikan sesuatu yang bersifat urgent. Maafkanlah kalau posting-an kali ini akan terasa sok serius tapi mungkin bisa jadi angin segar bagi yang jenuh dan terlanjur mumet membaca tulisan yang gitu-gitu mulu; abstrak, absurd, ga jelas dan ga tau kemana arahnya. tapi semoga tulisan ini bisa jadi klarifikasi terhadap apa yang selama ini.. mengganjal dan buat orang bertanya-tanya.
Tuesday, 15 December 2015
Friday, 20 November 2015
Retrouvailles
Hai,
bagaimana kabarmu di sana?
Hm? Di sana? Memangnya kau sedang ada di belahan bumi mana? Bumi yang mana satu?
Memangnya ada berapa bumi di tata surya? Atau engkaukah yang diam bersembunyi
dalam Andromeda, sengaja menjadi lebih redup agar tak terlihat dunia? Atau
engkaukah itu, asap-asap bercahaya milik Magellan, berjalan pelan-pelan lalu menghambur
ke dalam pelukan—Bima Sakti? Entahlah. Entah di bumi mana kau berpijak, entah
di langit mana kau berkelana, semoga kau selalu dalam keadaan berbahagia.
Iya. Bukan hanya bahagia, tapi berbahagia, agar hatimu sempurna lapangnya. Hari
ini sengaja kucari arti sesungguhnya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, agar
kita tak terlalu sempit memaknai berbahagia itu.
Wednesday, 26 August 2015
Setakzim Komet
"Kamu tau, berapa lama waktu yang dibutuhkan komet untuk mengitari matahari?"
"Apa saya harus tau?"
"Harus!!"
"Jawabannya terserah kamu."
"Baiklah, saya juga nggak mau kelamaan nunggu kamu nyari di google. Seribu tahun, waktu yang dibutuhkan komet untuk mengitari matahari."
"Lantas? Apa seribu tahun komet mengelilingi matahari itu bisa mempengaruhi hidup saya? Enggak, kan?
Saturday, 17 January 2015
Pergi
"Berapa lama lagi waktu yang kita miliki?"
"Berapa lama lagi? Maksudmu?"
"Waktu untuk kita tetap bisa saling berpegangan erat.."
Sunday, 11 January 2015
Citra, It's Not You!!
"Citra, ini bukan Kamu. Benar-benar bukan dirimu." Suara itu menggaung ke angkasa, kemudian berbalik dalam bentuk tujuh puluh anak panah yang melesat tajam lalu menancap tepat di ulu hati-semuanya. Tenaga yang semula meledak optimis tiba-tiba raib hingga satu anak panah pun tak berhasil dicabut dari satu-satunya gumpalan darah yang merasakan shock-therapy-nya.
Subscribe to:
Comments (Atom)


