Showing posts with label Non-Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Non-Fiksi. Show all posts

Wednesday, 14 March 2018

Ada Yang Belum Gugur : Rindu


Hai, Mi. Apakabar? Aku tak mengerti kenapa rasanya begitu menggelikan sekaligus canggung mengucapkan pertanyaan itu (saat menulis itu aku sampai tertawa wkwk). Pertanyaan yang memang tak keluar dari bibirku, tapi kurasa cukup mengganggu kalau setiap pagi kudengar hatiku mempertanyakan hal yang sama—Mi, apa kabar? Mi, apa kabar? Dan bersama tulisan ini kurasa sudah hampir seratus kali hatiku aku bertanya. Entah radarku masih berfungsi entah tidak. :D

Mi, aku pulang. Musim gugur yang membawaku pulang ke sini. Udara Bayswater masih sama seperti dulu, nyaman. Sampai aku merasa tak harus pergi jauh lagi meninggalkan tempat ini, tinggal di kepulauan yang berjarak ribuan kilometer di sebelah Barat Laut sana—bersama orang-orang yang menikmati kehidupan di dunia nyata. 

Mi, aku pulang sebab rindu. Genap seminggu ini aku pulang—menikmati udara hangat, semilir angin dan sinar matahari setiap pagi (aku saaaangat sangat sangat menyukai matahari pagi di sini), dengan secangkir susu putih dan beberapa buku yang kurasa begitu menarik untuk dibaca di beranda rumah, sambil sesekali memandang danau kecil di depan rumah yang belum pernah mengering, atau Zoysia matrella yang terlihat begitu lembut untuk dijadikan tempat berguling-guling bagi anak-anak kucing tetangga.

Thursday, 16 June 2016

Joyeux Anniversaire

Coba tebak, berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk pulang ke empat tahun silam? Dua hari. Oh, tidak. Nyatanya aku sudah pulang jauh-jauh hari, mencerna dunia tanpa spasi yang pernah kita miliki, lalu berniat membuatkanmu sebuah kejutan. Kejutan, bukan sekedar seremonial belaka. Berbulan-bulan sebelum hari jadimu tibasaat seminar, saat penelitian, saat skripsi sedang kukerjakan, hingga saat sidang—aku memikirkan sesuatu yang bisa menciptakan ekspresi kaget, heran dan terharu di wajahmu. Sebuah suasana yang meluluh-lantakkan hati dan perasaanmu, sampai kau takkan melupakan itu seumur hidupmu. Tapi suasana itu cuma hidup dalam pikiranku: aku datang ke kotamu, mengetuk pintu kamarmu dengan wajah paling datar sambil bilang "aku datang." Nyatanya aku masih di sini.


Banyak sekali kisah yang ingin kuputar ulang untukmu. Bukan hanya empat tahun silam, tapi juga tujuh tahun silam, sembilan tahun silam, sepuluh tahun silam. Dan ketika menuliskan ini aku baru sadar bahwa sepuluh tahun itu singkat, dan waktu mengantarkanmu ke sana dan aku ke sini. Apa yang selanjutnya kau baca akan menyita pikiranmu, menuntut konsentrasi dan perhatian lebih darimu, hanya agar kau bisa mencerna apa yang ingin kusampaikan. Tulisan ini tanpa slide, tanpa soundtrack yang mendukung, apalagi film pendek yang bisa memudahkanmu mengingat. Untuk itu, tulisan ini butuh perhatian dari pikiranmu. Juga hati.

Aku datang untuk mengajakmu pulang ke satu per satu tahun yang sudah kusebutkan tadi. Kau siap?


Friday, 4 March 2016

Ala Bisa Karena Terpaksa

"Apa alasan kamu mengundurkan diri?"

Aku yang sejak tadi tertunduk membaca buku terkejut saat Ustadzah mempertanyakan hal itu padaku. Ah, padahal kupikir hal itu takkan dibahas lagi karena sudah jelas penyebab aku belum bisa berpartisipasi untuk saat ini. Seminggu ke depan, beberapa orang dari kami harus menjalani micro-teaching untuk persiapan mengajar santri baru. Itu artinya, seminggu ke depan bakalan jadi seminggu paling seru sepanjang proses belajar-mengajar. Seru, menantang, juga lumayan buat olahraga jantung level sedang.


Tuesday, 15 December 2015

Baper : Jangan Gantungkan Aku dengan Tulisanmu

Dear, Readers; teman-teman sejawat dan rekan-rekan sesama pengembara, atau yang lagi nyantai-nyantai di rumah maupun yang sibuk jadi workaholic di kantoran, yang lagi pengangguran atau yang sibuk mempersiapkan masa depan, di pagi hari yang terlalu dini ini Mbak Chili ingin menyampaikan sesuatu yang bersifat urgent. Maafkanlah kalau posting-an kali ini akan terasa sok serius tapi mungkin bisa jadi angin segar bagi yang jenuh dan terlanjur mumet membaca tulisan yang gitu-gitu mulu; abstrak, absurd, ga jelas dan ga tau kemana arahnya. tapi semoga tulisan ini bisa jadi klarifikasi terhadap apa yang selama ini.. mengganjal dan buat orang bertanya-tanya.

Sunday, 11 January 2015

Citra, It's Not You!!

"Citra, ini bukan Kamu. Benar-benar bukan dirimu." Suara itu menggaung ke angkasa, kemudian berbalik dalam bentuk tujuh puluh anak panah yang melesat tajam lalu menancap tepat di ulu hati-semuanya. Tenaga yang semula meledak optimis tiba-tiba raib hingga satu anak panah pun tak berhasil dicabut dari satu-satunya gumpalan darah yang merasakan shock-therapy-nya.