"Jadi kau berencana kemana setelah ini?" Perempuan itu bertanya padaku, sebuah pertanyaan yang membuatku terhenyak. Beku seketika, sebab aku tak tahu jawabannya.
"Tring..!!" Handphone-ku berbunyi lagi. Notifikasi lagi, aku abai. Dalam sehari, ada ratusan notifikasi masuk, puluhan di antaranya sengaja ku-silent-kan agar bisa membantuku menjaga jarak dari perangkat itu.
"Entah." Jawabku atas tanya perempuan yang akrab denganku dan biasa kupanggil kakak itu.
"Masa entah, sih? Seorang kamu nggak punya plan setelah ini mau kemana? Nggak percaya." Dia membalasku dengan logat jawanya yang kental, wajahnya menyeringai, menatapku aneh.

