Monday, 24 April 2017

Finding You




Akhirnya suratmu muncul lagi.

Hei, Cometchameleon, rasanya ingin melonjak karena begitu bahagia saat menemukan suratmu, tapi malah berpikir itu berlebihan—apalagi tengah malam saat semua mata di rumah telah terlelap. Akhirnya satu-satunya yang bisa kulakukan hanya menyudut di pintu dapur, tersenyum-meringis sendiri membaca suratmu, persis anak remaja yang sedang berbunga-bunga. Ingat baru saja kemarin aku menanyakan keadaanmu pada seorang wanita di seberang sana. Dia bilang kau baik-baik saja.

Bahagia ini tak sesederhana kelihatannya, Cham, sebab kemunculan suratmu jadi tanda bahwa radarku masih bisa diperbaiki. Kau tahu—berbulan-bulan belakangan ini aku sibuk bolak-balik dan berulang kali membuka kotak surat, berharap menemukan surat darimu. Tapi tak ada apapun kecuali beberapa semut yang berteduh karena cuaca yang memang begitu labil. Hampir putus asa, bahkan aku berpikir mungkin sudah saatnya aku menghubungimu pakai ponsel saja—seperti orang-orang zaman sekarang, modern, bukan pakai radar telepati antik ini. Tapi entah kenapa tak juga kulakukan, sekalipun—sama sekali tak kulakukan. Barangkali alam bawah sadarku masih punya keyakinan kalau radar yang biasa mengirimkan pesan ini hanya sedang koma, bukan mati.

Thursday, 12 January 2017

Pekat








"Aku ingin tidur. Biarkan aku tidur."

"Tidak. Kali ini saja. Kali ini saja. Kali ini saja. Jangan tidur, aku mohon."

"Esok aku ujian. Tak bisakah kau tunggu aku sampai selesai ujian? Tetaplah ada, jangan menghilang. Terbang saja, kesana-kemari, agar kau tetap terjaga dan tak hilang."

"Jangan tidur. Malam ini jangan tidur. Kali ini saja, Citra. Berdamailah denganku. Jangan tidur."


Demi masa—