"Citra, ini bukan Kamu. Benar-benar bukan dirimu." Suara itu menggaung ke angkasa, kemudian berbalik dalam bentuk tujuh puluh anak panah yang melesat tajam lalu menancap tepat di ulu hati-semuanya. Tenaga yang semula meledak optimis tiba-tiba raib hingga satu anak panah pun tak berhasil dicabut dari satu-satunya gumpalan darah yang merasakan shock-therapy-nya.
Ada seberkas sinar aneh yang terpendar dari balik bola matamu, menyusup ke dalam rongga jantungku. Aku tau itu bukan sekedar kode atas tanya yang jawaban pastinya sulit dijabarkan-meski sudah bersusah-payah mencari setangkai kalimat yang tepat hingga harus backpackering dari pangkal Sumatera hingga ujung Papua. Bukan pula kode atas ketidaksepakatan sikap yang dirasa tidak bisa dimengerti meski sudah milyaran deskripsi abstrak bertebaran untuk menjelaskan kebenarannya. Mungkin lain kali kau bisa langsung bertanya padaku, "how come?" Agar akhirnya aku juga bisa menjawab "entah." Dengan demikian kode-kode tidak akan membelah diri dan terus berkembang biak menjadi segumpal tanda tanya yang tidak semua orang bisa menemukan makna sebenarnya.
Pernah juga suatu ketika di musim panas, seorang gadis yang kecerdasannya luar biasa-yang menurutku level IQ, EQ dan SQ-nya lebih luar biasa dari peraih nobel-tapi tergolong jenis makhluk lugu, mengalirkan sejurus kalimat yang membuatku diam seketika. "Citra, kamu berubah."
Saranku, kau bisa menggunakan kata-kata itu jika suatu hari nanti kau ingin agar aku segera berhenti mengoceh dan bertingkah aneh ketika segala bentuk antusiasku berkeliaran karena level kurva semangat juangku sedang meninggi, atau ketika aku mulai tak bisa mengendalikan tawa yang sebenarnya kau sendiri tau tingkah itu tak pernah ada sebelumnya pada tubuhku.
Mengapa sekarang aku sedikit berubah? Benar, ada begitu banyak faktor yang sengaja kusembunyikan dalam sekotak error term agar orang-orang tak perlu lagi mempertanyakan kelanjutannya. Cukuplah pemirsa menyaksikan variabel "lingkungan baru" dan "pengaruh dikte" yang ternyata bila digabungkan pun hanya berpengaruh sekitar 25% atas perubahan yang terjadi padaku. Selebihnya? Ya. 75% ada dalam error term yang sengaja dikesampingkan agar orang-orang mengabaikannya. Meski terkadang aku gila dan sedikit (sebenarnya banyak) menyebalkan, ketahuilah, aku masih seperti yang dulu. Aku masih seperti yang dulu. Aku masih seperti yang dulu. (Ini nuraniku sedang berteriak, semoga kau mendengarnya meski gelombang elektromagnetik dalam kepalaku sedang kupadamkan)
"Cit?" Alismu tak terangkat sebelah, dua-duanya juga tidak. Wajahmu kelihatan datar, tapi sorot matamu penuh kode tanda tanya yang sebenarnya tak perlu kau tanyakan atau kuberi jawaban. Kau tahu, 25% variabel independen di atas yang menyebabkannya. Untuk sisanya yang berada dalam peti error term, aku hanya bisa berharap agar kau berhasil menemukan kuncinya segera, membuka petinya lalu membongkar kebenarannya.
- Terimakasih untuk dua setengah tahun kesabaran membentukku menjadi batu-bata yang tak rapuh. Terimakasih untuk terus mengikuti proses pencetakan karakter meski harus rela mencampur bahan bakumu dengan bahan baku dari orang yang menggenggam kepercayaanmu.
- Terimakasih untuk satu setengah tahun mewarnaiku dengan tinta abstrak dari fiqrah keibuanmu. Aku benar-benar menyukainya! :D)
- Terimakasih untuk satu tahun pendidikan yang hanya berhasil mempengaruhi satu per sepuluh. Kusarankan padamu sebagai tanda hormatku, jangan menghancurkan bangunan rapi yang sudah setengah mati kaudirikan dengan tenaga dan keringatmu sendiri.
- Terimakasih untuk satu periode keikhlasan menerima segala kekuranganku. Terimakasih untuk dua semester ketabahan mengartikan keabstrakanku. Terimakasih untuk kode-kode rahasia yang memudahkanku untuk berkomunikasi denganmu. (Ngomong-ngomong, bukankah kita belum pernah menciptakan kode rahasia secara resmi?)
- Hey, There! Terimakasih untuk dua jam di hari itu, hari saat kau berhasil membongkar karakter yang orang lain tak pernah tahu dan tak pernah mau tahu. :D
- Terimakasih telah datang di hari pertama kita ditakdirkan untuk bertemu.
- Terimakasih, untuk segala restu dan ridhomu atas jalan yang kini sedang kutempuh...
Saya nggak lagi testimoni keberhasilan produk, atau lagi launching serial 7 Wanita Berpengaruh. *Tolong yang ini diabaikan saja.
Yang pastinya, lima paragraf abstrak--sebelum rangkaian "terimakasih" yang belakangan bakalan menuai banyak tanda tanya--itu jelas-jelas hanya untukmu. :D
Ahad, 20 Rabi'ul-Awal 1436 H
Saat kita sudah resmi lengser dan berharap insyaa Allaah berstatus syahid dibantai massa

No comments:
Post a Comment